ekplorasi teta24

Eksplorasi Teta 24: Menembus Samudra Menuju Simeulue!

TETA Act.

Siapa bilang mahasiswa Teknik Pertanian cuma jago di depan perangkat lunak software CAD atau menghitung rumus rekayasa di kelas? Dari tanggal 27 April sampai 1 Mei 2026 kemarin, 83 mahasiswa Teta (Teknik Pertanian) Universitas Syiah Kuala angkatan 2024 membuktikan bahwa kita juga siap tempur di lapangan!. Yup, agenda Field Trip kali ini benar-benar tidak main-main karena kita menyeberang langsung ke Pulau Simeulue.

Perjalanan panjang ini dimulai dengan pelepasan resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., di kampus. Setelah menempuh jalur darat dan mengarungi lautan menggunakan Kapal Aceh Hebat I, rombongan akhirnya merapat di Simeulue dan disambut dengan sangat antusias oleh para petinggi daerah, termasuk Bapak Wakil Bupati Simeulue!.

Destinasi pertama kita adalah melihat langsung operasional keramba di UMKM Penangkaran Lobster. Di sini, teori mekanika fluida, tata kelola air, dan sistem aerasi keramba yang sering dibahas di kelas langsung terlihat wujud aslinya. Lanjut dari situ, rombongan merapat ke CV Rezeki Bersamah, sebuah pabrik pengolahan produk setengah jadi berupa tepung kelapa. Kerennya, pabrik ini memiliki kapasitas olah hingga 2 ton per jam dan produknya rutin diekspor hingga ke Timur Tengah!. Kita diajak melihat langsung proses produksinya, mulai dari pengupasan kulit ari, perendaman daging kelapa minimal 4 jam, sampai tahap penghalusan dan pengeringan.

Puncaknya, rombongan ngegas ke PT Raja Marga untuk membedah langsung proses produksi Crude Palm Oil (CPO). Didampingi langsung oleh Manajer Kebun dan Manajer Pabrik, rombongan diajak berkeliling area perkebunan sawit untuk mempelajari sistem pengairan dan alat mekanisasinya, lalu masuk ke pabrik guna melihat secara nyata mesin pengepres hingga sistem pemurnian minyak sawit.

Lelah? Pasti, karena usai kunjungan pabrik rombongan baru tiba di penginapan sekitar jam 9 malam. Tapi, pengalaman berinteraksi langsung dengan dunia industri perikanan dan perkebunan ini benar-benar membuat wawasan kita tentang penerapan teknologi pertanian makin terbuka lebar. Perjalanan kemudian ditutup manis dengan pertemuan bersama Bupati Simeulue sebelum kita kembali berlayar pulang. Sampai jumpa di agenda Field Trip selanjutnya!

(admteta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *