Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan: Mahasiswa Teknik Pertanian Wujudkan Kepedulian Melalui HIMATETA Mangrove Action 2026

TETA Act. Pertanian & Pangan

ACEH BESAR – Menjaga keseimbangan alam adalah wujud nyata dari pengabdian keilmuan. Kesadaran inilah yang menggerakkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) untuk turun langsung memelihara kelestarian lingkungan pesisir. Pada hari Minggu, 8 November 2026, kawasan pesisir Gampong Baro, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, menjadi saksi atas dedikasi nyata generasi muda tersebut melalui agenda HIMATETA Mangrove Action 2026.

Di bawah koordinasi Haikal Mizanul Izami Rumkel selaku ketua pelaksana, kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh 60 peserta dari kalangan mahasiswa. Bersama-sama, mereka bahu-membahu menanam 100 bibit mangrove hasil dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Agenda lingkungan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., IPU., bersama Bapak Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si.

Dalam arahannya, Bapak Diswandi membuka wawasan peserta dengan mengaitkan aksi lingkungan ini pada esensi transformasi keilmuan prodi di bawah payung Rekayasa Biosistem. Beliau menekankan bahwa alam adalah satu ekosistem utuh yang saling terhubung dari hulu hingga hilir, di mana kondisi ekologi pesisir memiliki kaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pertanian di daratan.

Lebih lanjut, beliau memaparkan tiga fungsi vital dari rimbunnya mangrove yang ditanam hari ini. Pertama, sebagai benteng fisik konservasi tanah dan air yang menahan laju abrasi sekaligus mencegah intrusi air laut, sehingga sumur warga dan lahan pertanian terbebas dari salinitas tinggi yang merusak produktivitas. Kedua, sebagai penyerap blue carbon yang andal untuk memitigasi anomali iklim mikro yang kerap merugikan petani. Ketiga, sebagai penopang nilai ekonomi pesisir yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut bernilai ekonomi tinggi.

“Sesuai dengan tema ‘Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan Melalui Aksi Penanaman Mangrove’, saya ingin menitipkan satu pesan krusial: Tantangan terbesar konservasi bukanlah saat menanam, tetapi saat merawat,” pesan Bapak Diswandi menutup paparannya.

HIMATETA Mangrove Action 2026

Inisiatif luhur ini juga disambut sangat baik oleh Ketua Program Studi Teknik Pertanian, Bapak Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si. Beliau memberikan apresiasi penuh atas kepekaan ekologis yang ditunjukkan oleh HIMATETA. Menurut beliau, kegiatan ini merepresentasikan karakter ideal mahasiswa yang tidak hanya cakap secara teori di dalam kelas, namun juga tanggap terhadap isu lingkungan yang ada di depan mata.

“Kami sangat bangga melihat kepedulian ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Pertanian mampu mengambil peran aktif dan mengimplementasikan ilmunya dalam bentuk aksi yang berdampak langsung. Sinergi semacam ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” tutur Bapak Idkham.

Sebanyak 100 bibit yang ditanam pada hari ini adalah langkah awal dari sebuah komitmen panjang. HIMATETA Mangrove Action 2026 telah menjadi sarana berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kerja sama dan kepedulian sosial. Harapan besarnya, inisiatif ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan terus tumbuh menjadi kesadaran kolektif yang berkelanjutan demi kelestarian alam dan generasi di masa depan.

(L. Luthfiya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *